PRODUKSI MASSAL 200 JUTA VAKSIN RUSIA UNTUK COVID – 19

Sampai saat ini belum kunjung ditemukan vaksin yang efisien untuk mencegah tertular nya virus corona , tetapi banyak negara yang sudah menguji  percobaan pembuatan vaksin di negara nya masing-masing salah satunya adalah Rusia. Rusia memang selalu saja ada hal – hal unik di setiap pergerakannya.

Entah pada pemerintah,politik,masyarakat hingga medis. Baru-baru ini Rusia di kabarkan akan menciptakan vaksin corona virus / COVID 19 secara massal yang berjumlah fantastis yaitu sekitar 200 juta vaksin yang nantinya akan di sebarkan ke seluruh dunia. Kementerian mengatakan 18 orang telah berpartisipasi dalam penelitian dan dipulangkan tanpa

“efek samping yang serius, keluhan kesehatan, komplikasi atau efek samping.” Hasil uji coba “memungkinkan kita untuk berbicara dengan keyakinan tentang keamanan dan tolerabilitas yang baik dari vaksin,” sambungnya.

Rusia sendiri adalah negara pertama yang telah menyelesaikan uji klinis pada vaksin Covid-19. Sampel dalam penelitian tersebut akan dipulangkan secara dua tahap pada 15 Juli dan 20 Juli.  Pemerintah Rusia berencana memproduksi 30 juta dosis vaksin eksperimen Covid-19 secara domestik pada 2020. Rusia berencana menambah produksi ini sebanyak 170 juta dosis di luar negeri. Proses uji coba vaksin pada manusia yang melibatkan 38 orang berakhir pada pekan ini. Ilmuwan mengatakan vaksin ini aman digunakan. Vaksin ini berhasil memicu munculnya imunitas atau sistem kekebalan tubuh untuk melawan Covid-19.

“Fase uji coba tahap 3 bakal melibatkan beberapa ribu orang pada Agustus nanti,” kata Kirill Dmitriev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia atau RDIF,  dilansir dariChannel News Asia pada Kamis tanggal 16 Juli 2020.

Saat ini, ada sekitar 300 jenis vaksin Covid-19 yang sedang dalam proses uji coba di Asia dan Barat.

Pejabat WHO meminta agar setiap negara mematuhi aturan dasar protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 atau Corona ini tidak semakin meluas. Sebelumnya, banyak di beritakan beberapa negara menciptakan vaksin termasuk di Indonesia. Misalnya saja :

Beberapa negara menciptakan vaksin

Amerika Serikat

Uji coba pertama vaksin virus Corona pada manusia di AS dilakukan di Kota Seattle pada Senin 16 Maret 2020. Ada sebanyak 45 orang yang menjadi relawan dalam uji coba ini. Vaksin virus Corona ini diberi nama mRNA-1273, yang dikembangkan oleh para ilmuwan dari Institut Kesehatan Nasional AS dan para kolaborator dari sebuah perusahaan bioteknologi bernama Moderna di Cambridge, Massachusetts.

Inggris

Uji coba pertamadi Inggris ini dilakukan pada 2 sukarelawan dari ratusan orang yang telah direkrut dalam penelitian. Vaksin ini dikembangkan dalam waktu kurang dari 3 bulan yang dipimpin oleh pemimpin penelitian praklinis, profesor vaksinologi dari Jenner Institute, Sarah Gilbert dan sebuah tim di Universitas Oxford.

Jerman

Vaksin yang telah di uji coba ini dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi bernama BioNTech, dan melibatkan sebanyak 200 orang sehat berusia 18-55 tahun. Institut Paul Ehrlich yang mengawasi uji klinis vaksin virus Corona tersebut pada hari Rabu 22 April 2020 mengatakan uji coba akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang.

China

Pemerintah China telah menyetujui tahap awal uji coba klinis untuk dua vaksin eksperimental virus Corona. Dua vaksin eksperimental ini dikembangkan oleh perusahaan Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing dan Institut Produk Biologis Wuhan. Menurut laporan Xinhua News Agency, uji coba klinis terhadap dua vaksin eksperimental itu telah dimulai. Diketahui sebelumnya pada Maret lalu, pemerintah setempat juga memberikan lampu hijau untuk uji coba klinis terhadap vaksin eksperimental virus Corona yang dikembangkan oleh Akademi Sains Medis Militer China. Uji coba vaksin ini dilakukan kepada 108 orang sehat dan berlangsung antara 16 Maret hingga 31 Desember mendatang.

Australia

Australia mulai melakukan uji coba apakah vaksin bacille calmette-guerin (BCG) yang biasanya digunakan untuk memerangi penyakit tuberkulosis (TBC) dapat digunakan untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus Corona. Vaksin BCG pada awalnya dikembangkan untuk bekerja melawan TBC, tetapi diharapkan dapat membantu mengurangi kemungkinan tertular virus corona serta mengurangi keparahan gejala dan meningkatkan kekebalan dalam jangka panjang. Namun organisasi kesehatan dunia (WHO) tidak menyarankan penggunaan vaksin BCG untuk COVID-19.

Vaksin sendiri adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit – penyakit tertentu.

Rusia telah melaporkan 719.449 kasus positif virus corona dengan angka kematian sebesar 11.188 Menurut Badan Kesehatan Dunia ( WHO), setidaknya ada 21 vaksin yang saat ini diuji coba di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *